Rabu, 14 Maret 2012

two stroke engine

A two-stroke engine is an internal combustion engine that completes the process cycle in one revolution of the crankshaft (an up stroke and a down stroke of the piston, compared to twice that number for a four-stroke engine). This is accomplished by using the end of the combustion stroke and the beginning of the compression stroke to perform simultaneously the intake and exhaust (or scavenging) functions. In this way, two-stroke engines often provide high specific power, at least in a narrow range of rotational speeds. The functions of some or all of the valves required by a four-stroke engine are usually served in a two-stroke engine by ports that are opened and closed by the motion of the piston(s), greatly reducing the number of moving parts. Gasoline (spark ignition) versions are particularly useful in lightweight (portable) applications, such as chainsaws, and the concept is also used in diesel compression ignition engines in large and weight insensitive applications, such as ships and locomotives.

The first commercial two-stroke engine involving in-cylinder compression is attributed to Scottish engineer Dugald Clerk, who in 1881 patented his design, his engine having a separate charging cylinder. The crankcase-scavenged engine, employing the area below the piston as a charging pump, is generally credited to Englishman Joseph Day.

Kamis, 08 Maret 2012

permesinan non konvensional

ABRASIVE JET MACHINING

Abrasive jet machining adalah sebuah proses pemesinan yang menggunakan bahan abrasive yang didorong oleh gas kecepatan tinggi atau air bertekanan tinggi untuk mengikis bahan dari benda kerja. Kegunaannya meliputi pemotongan bahan panas-sensitif, rapuh, tipis, atau keras. Khusus digunakan untuk memotong bentuk yang rumit atau bentuk bentuk tepi tertentu.

Abrasive jet machining (AJM), juga digunakan untuk pengerjaan bahan yang sangat keras atau bahan yang sulit untuk di proses menggunakan mesin metode konvensional.

Proses
Bahan dikikis oleh partikel abrasif halus, biasanya sekitar 0,001 di (0,025 mm) diameter, didorong oleh cairan kecepatan aliran tinggi, gas umum adalah udara atau inert gas . Tekanan untuk gas berkisar 25-130 psig (170-900 kPag) dan kecepatan bisa setinggi 300 m / s.

I. Ruang Lingkup dan Definisi Pengelasan
a. Definisi pengelasan menurut American Welding Society, 1989
Pengelasan adalah proses penyambungan logam atau non logamyang dilakukan dengan memanaskan material yang akan disambung hingga temperatur las yang dilakukan secara : dengan atau tanpa menggunakan tekanan (pressure),hanya dengan tekanan (pressure), atau dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi (filler)

b. Definisi pengelasan menurut British Standards Institution, 1983
Pengelasan adalah proses penyambungan antara dua atau lebih material dalam keadaan plastis atau cair dengan menggunakan panas (heat) atau dengan tekanan (pressure) atau keduanya. Logam pengisi (filler metal) dengan temperatur lebur yang sama dengan titik lebur dari logam induk dapat atau tanpa digunakan dalam proses penyambungan tersebut.

Supercharger


Supercharger (juga dikenal dengan blower), adalah sebuah kompresor gas digunakan untuk memompa udara ke silinder mesin pembakaran dalam. Massa oksigen tambahan yang dipaksa masuk ke silinder membuat mesin membakar lebih banyak bahan bakar, dan meningkatkan efisiensi volumetrik mesin dan membuatnya lebih bertenaga. Sebuah supercharger ditenagai secara mekanik oleh tali- atau rantai-penarik dari crankshaft mesin.
Supercharger mirip dengan turbocharger, tetapi turbocharger ditenagai oleh arus gas keluaran mesin yang mendorong turbin. Supercharger dapat menyerap sebanyak sepertiga tenaga crankshaft mesin dan dalam banyak aplikasi kurang efisien daripada turbocharger. Dalam aplikasi di mana tenaga besar lebih penting dari pertimbangan lain, seperti dragster top fuel dan kendaraan digunakan dalam kompetisi tractor pull, supercharger sangat umum.
Mesin EDM

Electrical Discharge Machine (EDM) merupakan salah satu proses permesinan non konvensional yang berbasis komputer sebagai pengendali utamanya

Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produk sesuai dengan yang diharapkan maka pengetahuan parameter selama proses permesinan EDM harus baik
Mesin EDM (lanjutan..)

Salah satu produk yang sering dikerjakan oleb mesin EDM adalab dies dan mould yang memiliki kekerasan yang tinggi

Peranan dies dan mould pada proses manufaktur seperti deep drawing, forging, pengecoran dan lain-lain sangatlah berpengaruh terutama pada kualitas ketepatan dimensi, kepresisian dan kekasaran permukaan dies

Teknik Pemesinan PDF Cetak Surel
Secara khusus tujuan Program Keahlian Teknik Pemesinan adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten:
  1. Bekerja baik secara mandiri atau mengisi lowongan pekerjaan yang ada didunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah dalam bidang Teknik Pemesinan.
  2. Memilih karir, berkompetisi, dan mengembangkan sikap profesional dalam bidang Teknik Pemesinan

Kompetensi :

Standar kompetensi yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum Program Keahlian Teknik Pemesinan adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Bidang Industri Logam dan Mesin.
  1. Standar kompetensi dan level kualifikasi keahlian Teknik Pemesinan dapat digambarkan sebagai berikut :
  2. Melakukan komunikasi kerja dua arah
  3. Menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja
  4. Menerapkan prosedur-prosedur mutu
  5. Membuat rencana tugas rutin
  6. Mengukur dengan alat ukur mekanik presisi
  7. Menggunakan perkakas tangan
  8. Mengukur dengan menggunakan alat ukur
  9. Melakukan perhitungan - dasar
  10. Mengoperasikan dan mengamati mesin/proses
  11. Melakukan perhitungan - lanjut
  12. Melakukan perhitungan matematis
  13. Membaca gambar teknik
  14. Mengoperasikan mesin NC/CNC (dasar)
  15. Menggunakan mesin  untuk operasi dasar
  16. Bekerja dengan mesin umum
  17. Mempergunakan mesin bubut
  18. Mempergunakan mesin frais
  19. Mempergunakan mesin gerinda
  20. Mengeset mesin dan program mesin NC/CNC (dasar)
  21. Menggerinda pahat dan alat potong
  22. Mempergunakan mesin frais (komplek)
  23. Mempergunakan mesin bubut (komplek)
  24. Mengeset  dan mengedit program mesin NC/CNC
  25. Memprogram mesin NC/CNC (dasar)

Pendahuluan

Sebagian besar dari pemilik atau pemakai kendaraan hanya dapat mengemudi mobil saja, tidak mempunyai pengetahuan tentang bagaimana prinsip kerja mesin mobil. Mobil menggunakan mesin 4 tak atau 4 langkah untuk tenaga penggeraknya. Untuk mengetahui bagaimana mesin 4 tak bekerja, berikut ini anda akan mengetahui secara singkat tentang:

A. Pengertian Mesin
Alat yang mengubah tenaga panas menjadi tenaga penggerak disebut mesin atau motor bakar (heat engine). Tenaga panas yang dihasilkan didliar mesin, disebut motor pembakar luar (external combustion engine) dan tenaga panas yang dihasilkan didalam mesin, disebut motor pembakar dalam(internal combustion engine). Motor pembakaran dalam dibedakan berdasarkan pada proses kerjanya yaitu motor 4 tak dan motor 2 tak. Berdasarkan penyalaan bahan bakarnya dibedakan menjadi motor disel.

B. Bagian Besin

Secara garis besar konstruksi mesin mobil atau sepeda motor memiliki tiga bagian utama:
  1. Bagian kepala silinder (cylinder kead) yang dilengkapi dengan tutup kepala silinder.
  2. Bagian blok silinder (cylinder block) merupakan bentuk dasar dari mesin.
  3. Bagian bak engkol (crank case) tempat untuk pelumas dan rumah komponen.
Kepala Silinder
Kepala silinder terbuat dari besi tuang, cast iron atau almunium dengan maksud untuk mengurangi berat dan menambanh panas radiasi.
Kepala silinder (cylinder kead) terletak diatas blok mesin. Bagian bawah kepala silinder diberi bentuk cekung untuk ruang bakar, satu lubang untuk busi dan dua lubang untuk mekanik katup atau klep.
Blok silinder (cylinder block)
Blok silinder (cylinder block) juga terbuat dari cast iron (besi tuang) atau almunium sama seperti kepala silinder, maksudnya untuk mengurangi berat dan menambah panas radiasi. Disini terdapat lubang silinder yang diberi lapisan khusus (cylinder liner) untuk mengurangi keausan silinder, karena gesekan naik turunnya torak atau piston.
Bagian Engkol (crank case)
Bak engkol terletak di bawah blok silinder dan berfungsi sebagai tempat atau rumah dari komponen-komponen yang lain seperti:
  • Poros engkol
  • Batang torak
Poleh karter (tempat oli pelumas) yang dilapisi gasket untuk mencegah kebocoran ali pelumas.

C. Cara kerja Motor Bensin 4 Tak

Torak bergerak naik turun didalam silinder dalam 4 gerakan, disebut satu siklus. Titik tertinggi yang dicapai tiorak disebut TMA (Titik Mati Atas), dan titik terendah TMB (Titik Mati Bawah). Gerakan torak dari TMA Ke TMB disebut satu langkah torak (stroke) sama dengan setengah putaran poros engkol.
jadi gerakan satu siklus terdiri dari:
  • Langkah hisap
  • Langkah kompresi
  • Langkah kerja
  • Langkah buang
Gerak atau Langkah Hisap

Katup masuk terbuka, torak bergerak kebawah sambil menghisap campuran bahan bakar dan udara ke dalam silinder.
Silinder terisi dengan campuran bahan bakar dan udara. Bila torak berada pada posisi penuh dengan campuran bahan bakar dan uadara, langkah hisap selesai.



Gerak atau Langkah Kompresi

Katup masuk terbuka, torak bergerak keatas dengan mendesak pengisian campuran bahan bakar dan udara dalam silinder. Sebelum torak mencapai Titik Mati Atas (TMA) isi dalam silinder dinyatakan oleh api dari budi.






Gerak atau Langkah Kerja
Letusan terjadi karena campuran bahan bakar dan udara terbakar dan akan menjadi letusan, letusan ini disebut tenaga yang akan mendorong torak kebawah menuju TMB. Sebelum torak mencapai TMB katup buang akan terbuka.




Gerak atau Langkah Buang
Torak kembali bergerak ke atas dan mendesak sisa campuran bahan bakar dan udara yang telahterbakar melalui katup buang yang ter buka.